Friday, September 27, 2019

Makalah Tugas DR. Muljadi Thio, S.Kom., MM., MBA., CHC., CCDd & William Raja Hermansyah & Richard Arthur







RINGKASAN BUKU
ANALISIS JALUR PATH ANALISIS
TEORI DAN APLIKASI DALAM RISET BISNIS
|
|
DR. Muljadi Thio, S.Kom., MM., MBA., CHC., CCDd
&
RICHARD ARTHUR
WILLIAM RAJA










KATA PENGANTAR
        Puji syukur Tuhan Maha Kuasa, atas kekuatan dan kreativitas yang sudah diberikan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan ringkasan dari buku “Analisis Jalur (Path Analysis) (Teori dan Aplikasi dalam Riset Bisnis).
        Analisis jalur adalah salah satu Teknik analisis kuantitatif, merupakan pengembangan dari regresi linier berganda.teknik ini mempunyai kelebihan dibandingkan dengan regresi linier karena model analisis jalur dapat menemukan pengaruh tidak langsung dalam hubungan antar variabel melalui variabel perantara.















Daftar isi






BAB I
METODE RISET BISNIS

A.Definisi dan Persyaratan

Bisnis adalah : Sejumlah total usaha yang meliputi bidang pertanian, perhotelan, usaha jasa dan pemerintahan yang bergerak dalam membuat dan memasarkan barang dan jasa ke konsumen.

Metode Riset Bisnis adalah : Metode yang sistematis yang berguna untuk meneliti berbagai aspek yang terkait dengan bisnis

Persyaratan yang harus dipenuhi dalam riset bisnis :
-informasi tidak dikumpulkan secara intuisi dan sembarangan
-Informasi yang dihasilkan atau dikumpulkan dan dianalisis adalah akurat dan objektif.
-Objektivitas memfasilitasi manajer dalam proses pengambilan keputusan seluruh aspek bisnis : keuangan, pemasaran, sumber daya manusia

B.Jenis riset bisnis

Jenis riset bisnis menurut tujuan, metode, tingkat eksplanasi dan jenis data:
1.Riset berdasarkan tujuan (Objektive/aim research)
a.Riset dasar : Penelitian yang dilakukan untuk memahami masalah secara mendalam dalam organisasi.
b.Riset terapan : Riset yang dilakukan untuk mendapatkan informasi untuk memecahkan masalah.

2.Riset berdasarkan Metode (Method Research)
a.Riset survey
   Riset yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi yang dianalisis adalah data sampel yang diambil dari populasi.
b.Riset Ex Post Facto
   Riset yang dilakukan untuk menganalisis peristiwa yang telah terjadi untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut.
c.Riset Eksperimen
   Riset eksperimen dilakukan untuk menganalisis pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain. Biasanya dilakukan di laboratorium
d.Riset Naturalistik
   Riset Naturalistik disebut juga metode kualitatif. Hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada hasil penelitian survey
f.Riset Tindakan 
  Riset Tindakan adalah riset yang digunakan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produk bisa diminimalisasi dan produktifitas lembaga dapat meningkat.
g.Riset Evaluasi
   Riset yang dilakukan untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan dari suatu produk dengan standard dan program yang telah ditetapkan.
h.Riset Sejarah
   Riset ini digunakan untuk menganalisis kejadian yang terjadi dimasa lampau.

3.Riset Berdasarkan Tingkat Eksplanasi (Level Of Explanation Research)
   Riset ini bertujuan untuk menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti akan diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.
Riset ini dikelompokan menjadi deskriptif, komparatif dan asosiatif
a.Riset Deskriptif
   Adalah riset untuk mengetahui nilai variabel mandiri, dengan satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan.
b.Riset Komparatif
   Riset yang bersifat membandingkan 1 variabel dengan variabel yang lain.
c.Riset Asosiatif
   Bertujuan untuk mengetahui hubungan antara 2 variabel atau lebih.
Tingkatan riset ini lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Riset Deskriptif

4.Riset Menurut Jenis Data
   Menurut jenis data, riset bisnis dapat dibagi menjadi 2, yakni riset kualitatif dan riset kuantitatif
a.Riset Kualitatif
   Riset Kualitatif adalah riset yang menggunakan data selain data numerik.
b.Riset kuantitatif
   Adalah riset yang menggunakan angka sebagai pendekatan penelitiannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB II

PENGAMBILAN SAMPEL

 

A.Terminologi Sampel

Adalah proses pengambilan sampel meliputi berbagai prosedur yang menggunakan sebagian kecil populasi untuk membuat kesimpulan terhadap seluruh populasi
        Sampel adalah himpunan bagian (Subjek) dari populasi, sedangkan populasi adalah kelompok lengkap orang, perusahaan, rumah sakit, toko, mahasiswa, atau sejenisnya yang memiliki beberapa karakteristik.

B.Tahapan Pengambilan Sampel

        Ada beberapa Tahapan dalam menentukan pengambilan sampel yaitu :
1.Menentukan Target Populasi
2.Menentukan kerangka sampel
3.Menggunakan Teknik Sampel
4.Ukuran (Jumlah) Sampel
5.Memilih Unit Sampel yang Aktual

BAB III

ANALISIS JALUR


A.Sejarah Analisis Jalur

    Teknik analisis jalur, dikembangkan oleh sewal wright ditahun 1934, sebenarnya merupakan pengembangan korelasi. Lebih lanjut, analisis jalur mempunyai kedekatan dengan regresi berganda. Dengan kata lain regresi berganda merupakan bentuk khusus dari analisis jalur. Teknik ini juga dikenal sebagai model sebab akibat (causing modelling). Penamaan ini didasarkan pada alasan bahwa analisis jalur memungkinkan pengguna dapat menguji proposisi teoretis mengenai hubungan sebab akibat tanpa memanipulasi variabel-variabel. Memanipulasi variabel maksudnya adalah memberikan perlakuan (Treatment) terhadap variabel-variabel tertentu dalam pengukurannya

B.Definisi

    Analisis jalur adalah suatu teknik untuk menganalisis hubungan sebab akibat yang terjadi pada regresi berganda jika variabel bebasnya mempengaruhi variabel tergantung tidak hanya secara langsung. Namun sebenarnya analisis jalur merupakan kepanjangan dari analisis regresi berganda.

C.Prinsip-prinsip dasar

    Prinsip-prinsip dasar yang sebaiknya dipenuhi dalam analisis jalur diantaranya adalah :
-Adanya linieritas (linierity).
-Adanya aditivitas (additivity).
-Data skala bersifat interval.
-Semua variabel residual (yang tidak diukur) tidak berkorelasi dengan salah satu variabel dalam model.
-Istilah gangguan (disturbance terms) atau variabel
residual tidak boleh berkorelasi dengan semua variabel endogenous dalam model.


-Sebaiknya hanya terdapat multikolinieritas yang rendah.
Maksud multikolonieritas adalah dua atau lebih variabel bebas (penyebab) mempunyai hubungan yang sangat tinggi.
-Adanya rekursivitas.
 Yang berarti semua anak panah mempunyai satu arah, tidak boleh terjadi pemutaran kembali (looping).
-Spesifikasi model sangat diperlukan untuk menginterpretasi koefisien-koefisien jalur.
-Terdapat masukan korelasi yang sesuai.
-Terdapat ukuran sampel yang memadai.
-Sampel sama dibutuhkan untuk melakukan perhitungan regresi dalam model jalur.

D.Konsep dan istilah

        Dalam analisis jalur dikenal beberapa konsep dan istilah dasar yaitu :
1.  Model jalur : diagram yang menghubungkan antara variabel bebas, perantara dan tergantung.
2.  Jalur penyebab untuk suatu variabel yang diberikan.
3.  Variabel exogenous : variabel yang tidak ada anak panah yang menuju ke arahnya, selain bagian kesalahan pengukuran.
4.  Variabel endogeneous : variabel yang mempunyai anak panah yang menuju kearah variabel tersebut.
5.  Koefisiensi jalur/pembobotan jalur
6.  Variabel-variabel exogenous yang dikorelasikan
7.  Istilah gangguan
8.  Aturan nilai multipikasi jalur : nilai dari semua jalur digabungkan adalah hasil semua koefisiensi jalurnya
9.  Dekomposisi pengaruh
10.      Signifikansi dan model keselarasan dalam jalur
11.      Anak panah dengan satu kepala dan dua kepala
12.      Pola hubungan
13.      Model recursive
14.      Model non-recursive
15.      Direct effect
16.      Indirect effect

E.Model jalur analisis

    Ada beberapa model jalur yaitu :
1.  Model regresi berganda
2.  Model mediasi
3.  Model kombinasi pertama dan kedua
4.  Model kompleks
5.  Model rekursif dan nonrekursif

 

 



BAB IV

PENGOLAHAN DATA


A.Analisis regresi berganda

    Pada regresi sederhana, dimana satu variabel tergantung diprediksikan hanya menggunakan satu variabel bebas. Kenyataannya di dunia bisnis (fenomena ekonomi) tidak pernah satu variabel tergantung hanya dipengaruhi oleh satu variabel bebas, tetapi satu variabel tergantung dapat dipengaruhi oleh dua atau lebih variabel bebas. Oleh sebab itulah analisis regresi sederhana perlu diperluaskan lagi menjadi analisis regresi berganda.

B.Model Regresi Berganda

    Beberapa hal yang perlu dianalisis berkaitan dengan analisis regregsi adalah sebagai berikut:
1.  Persamaan regresi
2.  Nilai Prediksi
3.  Koefisien Determinasi
4.  Kesalahan Baku Estimasi
5.  Kesalahan Baku Koefisiensi Regresi
6.  Nilai F- Hitung
7.  Nilai t-Hitung
8.  Kesimpulan

BAB V

APLIKASI DALAM RISET BISNIS

 

A.Model Persamaan satu jalur

Pada model ini, variable yang diteliti menunjukan hubungan yang sama dengan model regresi berganda, yaitu variabel bebas terdiri dari lebih satu variabel dan variabel tergantungnya hanya satu.

B.Model Persamaan Dua Jalur

Model persamaan dua jalur diaplikasikan untuk penelitian bisnis perusahaan Telekomonikasi yang terdiri dari tiga variabel bebas, yaitu variabel produk, harga dan layanan dengan dua variabel tergantung, yaitu variabel kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan.

 

C.Model Persamaan Tiga Jalur

Model persamaan tiga jalur diaplikasikan dalam penelitian bisnis perusahaan telekomonikasi dengan variabel bebas adalah produk, harga, dan layanan, dimana variabel bebas ketiga berfungsi sebagai variabel perantara. Variabel tergantung terdiri dari dua variabel, yaitu variabel kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



BAB VI

ANALISIS JALUR MODEL TRIMMING


Model trimming adalah model yang digunakan untuk memperbaiki suatu model struktur analisis jalur dengan cara mengeluarkan dari model variabel eksogen yang koefisien jalur tidak signifikan.

        Cara menggunakan model trimming yaitu menghitung ulang koefisien jalur tanpa menyertakan variabel yang koefisien jalurnya tidak signifikan.
       
Langkah-langkah pengujian path analysis model trimming sebagai berikut :
1.  Merumuskan persamaan structural
2.  Menghitung koefisien jalur yang didasarkan pada koefisien regresi
3.  Menghitung koefisien jalur secara keseluruhan (simultan)
4.  Menghitung secara individual
5.  Menguji kesesuaian antar model analisis jalur
6.  Merangkum kedalam tabel
7.  Memaknai dan menyimpulkan


END.
















No comments:

Post a Comment

Makalah Tugas DR. Muljadi Thio, S.Kom., MM., MBA., CHC., CCDd & William Raja Hermansyah & Richard Arthur

RINGKASAN BUKU ANALISIS JALUR PATH ANALISIS TEORI DAN APLIKASI DALAM RISET BISNIS | | DR. Muljadi Thio, S.Kom., MM., ...