RINGKASAN BUKU
ANALISIS JALUR PATH ANALISIS
TEORI DAN APLIKASI DALAM RISET BISNIS
|
|
DR. Muljadi Thio, S.Kom., MM., MBA., CHC., CCDd
&
RICHARD ARTHUR
WILLIAM RAJA
KATA PENGANTAR
Puji syukur Tuhan Maha Kuasa, atas kekuatan dan kreativitas
yang sudah diberikan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan ringkasan dari
buku “Analisis Jalur (Path Analysis)
(Teori dan Aplikasi dalam Riset Bisnis).
Analisis jalur adalah salah satu Teknik analisis kuantitatif,
merupakan pengembangan dari regresi linier berganda.teknik ini mempunyai
kelebihan dibandingkan dengan regresi linier karena model analisis jalur dapat
menemukan pengaruh tidak langsung dalam hubungan antar variabel melalui
variabel perantara.
Daftar isi
METODE RISET BISNIS
A.Definisi dan
Persyaratan
Bisnis adalah : Sejumlah
total usaha yang meliputi bidang pertanian, perhotelan, usaha jasa dan
pemerintahan yang bergerak dalam membuat dan memasarkan barang dan jasa ke
konsumen.
Metode Riset Bisnis
adalah : Metode yang sistematis yang berguna untuk meneliti berbagai aspek yang
terkait dengan bisnis
Persyaratan yang harus
dipenuhi dalam riset bisnis :
-informasi tidak dikumpulkan
secara intuisi dan sembarangan
-Informasi yang
dihasilkan atau dikumpulkan dan dianalisis adalah akurat dan objektif.
-Objektivitas
memfasilitasi manajer dalam proses pengambilan keputusan seluruh aspek bisnis :
keuangan, pemasaran, sumber daya manusia
B.Jenis riset
bisnis
Jenis riset bisnis
menurut tujuan, metode, tingkat eksplanasi dan jenis data:
1.Riset berdasarkan
tujuan (Objektive/aim research)
a.Riset dasar :
Penelitian yang dilakukan untuk memahami masalah secara mendalam dalam organisasi.
b.Riset terapan : Riset
yang dilakukan untuk mendapatkan informasi untuk memecahkan masalah.
2.Riset berdasarkan
Metode (Method Research)
a.Riset survey
Riset yang dilakukan pada populasi besar
maupun kecil, tetapi yang dianalisis adalah data sampel yang diambil dari
populasi.
b.Riset Ex Post Facto
Riset yang dilakukan untuk menganalisis
peristiwa yang telah terjadi untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat
menimbulkan kejadian tersebut.
c.Riset Eksperimen
Riset eksperimen dilakukan untuk menganalisis
pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain. Biasanya dilakukan di
laboratorium
d.Riset Naturalistik
Riset Naturalistik disebut juga metode
kualitatif. Hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada hasil
penelitian survey
f.Riset Tindakan
Riset Tindakan adalah riset yang digunakan
untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produk
bisa diminimalisasi dan produktifitas lembaga dapat meningkat.
g.Riset Evaluasi
Riset yang dilakukan untuk membandingkan
suatu kejadian, kegiatan dari suatu produk dengan standard dan program yang
telah ditetapkan.
h.Riset Sejarah
Riset ini digunakan untuk menganalisis
kejadian yang terjadi dimasa lampau.
3.Riset Berdasarkan
Tingkat Eksplanasi (Level Of Explanation Research)
Riset ini bertujuan untuk menjelaskan
kedudukan variabel-variabel yang diteliti akan diteliti serta hubungan antara
satu variabel dengan variabel lainnya.
Riset ini dikelompokan
menjadi deskriptif, komparatif dan asosiatif
a.Riset Deskriptif
Adalah riset untuk mengetahui nilai variabel
mandiri, dengan satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan.
b.Riset Komparatif
Riset yang bersifat membandingkan 1 variabel
dengan variabel yang lain.
c.Riset Asosiatif
Bertujuan untuk mengetahui hubungan antara 2
variabel atau lebih.
Tingkatan riset ini lebih
tinggi apabila dibandingkan dengan Riset Deskriptif
4.Riset Menurut Jenis
Data
Menurut jenis data, riset bisnis dapat
dibagi menjadi 2, yakni riset kualitatif dan riset kuantitatif
a.Riset Kualitatif
Riset Kualitatif adalah riset yang
menggunakan data selain data numerik.
b.Riset kuantitatif
Adalah riset yang menggunakan angka sebagai
pendekatan penelitiannya.
BAB
II
PENGAMBILAN
SAMPEL
A.Terminologi
Sampel
Adalah
proses pengambilan sampel meliputi berbagai prosedur yang menggunakan sebagian
kecil populasi untuk membuat kesimpulan terhadap seluruh populasi
Sampel adalah himpunan bagian (Subjek) dari populasi,
sedangkan populasi adalah kelompok lengkap orang, perusahaan, rumah sakit,
toko, mahasiswa, atau sejenisnya yang memiliki beberapa karakteristik.
B.Tahapan
Pengambilan Sampel
Ada beberapa Tahapan dalam menentukan pengambilan sampel
yaitu :
1.Menentukan Target
Populasi
2.Menentukan kerangka
sampel
3.Menggunakan Teknik
Sampel
4.Ukuran (Jumlah) Sampel
5.Memilih Unit Sampel
yang Aktual
BAB
III
ANALISIS
JALUR
A.Sejarah Analisis
Jalur
Teknik analisis jalur, dikembangkan oleh
sewal wright ditahun 1934, sebenarnya merupakan pengembangan korelasi. Lebih
lanjut, analisis jalur mempunyai kedekatan dengan regresi berganda. Dengan kata
lain regresi berganda merupakan bentuk khusus dari analisis jalur. Teknik ini
juga dikenal sebagai model sebab akibat (causing modelling). Penamaan ini
didasarkan pada alasan bahwa analisis jalur memungkinkan pengguna dapat menguji
proposisi teoretis mengenai hubungan sebab akibat tanpa memanipulasi
variabel-variabel. Memanipulasi variabel maksudnya adalah memberikan perlakuan
(Treatment) terhadap variabel-variabel tertentu dalam pengukurannya
B.Definisi
Analisis jalur adalah suatu teknik untuk
menganalisis hubungan sebab akibat yang terjadi pada regresi berganda jika
variabel bebasnya mempengaruhi variabel tergantung tidak hanya secara langsung.
Namun sebenarnya analisis jalur merupakan kepanjangan dari analisis regresi
berganda.
C.Prinsip-prinsip
dasar
Prinsip-prinsip dasar yang sebaiknya
dipenuhi dalam analisis jalur diantaranya adalah :
-Adanya linieritas
(linierity).
-Adanya aditivitas
(additivity).
-Data skala bersifat
interval.
-Semua variabel residual
(yang tidak diukur) tidak berkorelasi dengan salah satu variabel dalam model.
-Istilah gangguan
(disturbance terms) atau variabel
residual tidak boleh
berkorelasi dengan semua variabel endogenous dalam model.
-Sebaiknya hanya terdapat
multikolinieritas yang rendah.
Maksud multikolonieritas
adalah dua atau lebih variabel bebas (penyebab) mempunyai hubungan yang sangat
tinggi.
-Adanya rekursivitas.
Yang berarti semua anak panah mempunyai satu
arah, tidak boleh terjadi pemutaran kembali (looping).
-Spesifikasi model sangat
diperlukan untuk menginterpretasi koefisien-koefisien jalur.
-Terdapat masukan
korelasi yang sesuai.
-Terdapat ukuran sampel
yang memadai.
-Sampel sama dibutuhkan
untuk melakukan perhitungan regresi dalam model jalur.
D.Konsep dan
istilah
Dalam analisis jalur dikenal beberapa konsep dan istilah
dasar yaitu :
1. Model jalur : diagram yang menghubungkan antara
variabel bebas, perantara dan tergantung.
2. Jalur penyebab untuk suatu variabel yang diberikan.
3. Variabel exogenous : variabel yang tidak ada anak
panah yang menuju ke arahnya, selain bagian kesalahan pengukuran.
4. Variabel endogeneous : variabel yang mempunyai anak
panah yang menuju kearah variabel tersebut.
5. Koefisiensi jalur/pembobotan jalur
6. Variabel-variabel exogenous yang dikorelasikan
7. Istilah gangguan
8. Aturan nilai multipikasi jalur : nilai dari semua
jalur digabungkan adalah hasil semua koefisiensi jalurnya
9. Dekomposisi pengaruh
10.
Signifikansi dan
model keselarasan dalam jalur
11.
Anak panah dengan
satu kepala dan dua kepala
12.
Pola hubungan
13.
Model recursive
14.
Model
non-recursive
15.
Direct effect
16.
Indirect effect
E.Model
jalur analisis
Ada beberapa model jalur yaitu :
1. Model regresi berganda
2. Model mediasi
3. Model kombinasi pertama dan kedua
4. Model kompleks
5. Model rekursif dan nonrekursif
BAB
IV
PENGOLAHAN
DATA
A.Analisis regresi
berganda
Pada regresi sederhana, dimana satu
variabel tergantung diprediksikan hanya menggunakan satu variabel bebas. Kenyataannya
di dunia bisnis (fenomena ekonomi) tidak pernah satu variabel tergantung hanya
dipengaruhi oleh satu variabel bebas, tetapi satu variabel tergantung dapat
dipengaruhi oleh dua atau lebih variabel bebas. Oleh sebab itulah analisis
regresi sederhana perlu diperluaskan lagi menjadi analisis regresi berganda.
B.Model Regresi
Berganda
Beberapa hal yang perlu dianalisis
berkaitan dengan analisis regregsi adalah sebagai berikut:
1. Persamaan regresi
2. Nilai Prediksi
3. Koefisien Determinasi
4. Kesalahan Baku Estimasi
5. Kesalahan Baku Koefisiensi Regresi
6. Nilai F- Hitung
7. Nilai t-Hitung
8. Kesimpulan
BAB
V
APLIKASI
DALAM RISET BISNIS
A.Model Persamaan
satu jalur
Pada model ini, variable
yang diteliti menunjukan hubungan yang sama dengan model regresi berganda,
yaitu variabel bebas terdiri dari lebih satu variabel dan variabel
tergantungnya hanya satu.
B.Model Persamaan
Dua Jalur
Model persamaan dua jalur
diaplikasikan untuk penelitian bisnis perusahaan Telekomonikasi yang terdiri
dari tiga variabel bebas, yaitu variabel produk, harga dan layanan dengan dua
variabel tergantung, yaitu variabel kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan.
C.Model Persamaan
Tiga Jalur
Model persamaan tiga
jalur diaplikasikan dalam penelitian bisnis perusahaan telekomonikasi dengan
variabel bebas adalah produk, harga, dan layanan, dimana variabel bebas ketiga
berfungsi sebagai variabel perantara. Variabel tergantung terdiri dari dua
variabel, yaitu variabel kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan.
BAB
VI
ANALISIS
JALUR MODEL TRIMMING
Model
trimming adalah model yang digunakan untuk memperbaiki suatu model struktur
analisis jalur dengan cara mengeluarkan dari model variabel eksogen yang
koefisien jalur tidak signifikan.
Cara menggunakan model trimming yaitu menghitung ulang
koefisien jalur tanpa menyertakan variabel yang koefisien jalurnya tidak
signifikan.
Langkah-langkah
pengujian path analysis model trimming sebagai berikut :
1. Merumuskan persamaan structural
2. Menghitung koefisien jalur yang didasarkan pada
koefisien regresi
3. Menghitung koefisien jalur secara keseluruhan
(simultan)
4. Menghitung secara individual
5. Menguji kesesuaian antar model analisis jalur
6. Merangkum kedalam tabel
7. Memaknai dan menyimpulkan
END.



